Pada produk susu terfermentasi, flavor yang terbentuk melalui proses yang kompleks dan, khususnya produk keju, lambat melibatkan berbagai konversi kimia dan biokimia dari komponen susu. Ada tiga konversi utama dapat terjadi, yaitu konversi laktosa (glikolisis), konversi lemak (lipolisis), dan konversi protein/kasein (proteolisis) seperti
Untuk memenuhi persyaratan mutu, kefir yang dihasilkan dibandingkan dengan persyaratan mutu yoghurt . SNI kefir belum ada, maka kefir disesuaikan dengan produk susu fermentasi lain yang hampir sama yaitu yoghurt. Standar Nasional Indonesia untuk yoghurt disajikan pada Tabel 2. Proses fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Fermentasi asam laktat menghasilkan asam laktat dan NAD +. NAD + berputar kembali untuk memungkinkan glikolisis untuk terus sehingga lebih banyak ATP yang dibuat. Setiap putaran mewakili sebuah atom karbon. Fermentasi alkohol Dalam fermentasi alkohol, asam piruvat berubah menjadi alkohol dan karbon dioksida. Hal ini ditunjukkan pada Gambar di
Efek lain dari proses fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental. Hasil akhirnya susu akan terasa asam dan kental, inilah bentuk yoghurt dasar yang telah jadi. Pada praktikum pembuatan yoghurt kali ini dilakukan penambahan larutan gula 6% ke dalam susu yang telah ditambahkan bakteri starter.
9. 1. Siapkan starter yoghurt yang mengandung kultur murni bakteri L. bulgoriczs dan S. thermophiles 2. Susu sapi sebanyak 1 liter ditaruh ke dalam panci dan ditambahkan gula pasir 2 – 5 % , kemudian dipanaskan di atas kompor sampai suhu sekitar 80 0C (proses pasteurisai) jangan sampai mendidih selama 15 menit 3.
Simak juga materi : Sistem Pencernaan – Pengertian, Fungsi, Anotomi dan Kelainannya. Kali ini Soalkimia.com akan membagikan Contoh Soal dan Pembahasan Sistem Pencernaan yang berjumlah 50 butir dari berbagai referensi penerbit buku untuk kamu pelajari dirumah sebagai bahan latihan sebelum ulangan harian ataupun ujian akhir semester.
.
susu yang dihasilkan melalui fermentasi tts