Guru kaulah jagoan tanpa tanda jasa. kaulah pelita penerang dalam gulita. jasamu tiada tara. mengajar sampai kami kelak berkhasiat bagi masa depan kami. Guru, terimakasih atas segala jasamu. tanpamu kami tidak tau akan ilmu. kami tidak tau menulis, berhitung, dan membaca.
Dibulan Februari yang identik dengan kasih sayang, Nando juga menegaskan bahwa belum mempunyai pacar dan lebih memilih fokus ke kariernya. Di bulan Februari yang identik dengan kasih sayang, Nando juga menegaskan bahwa belum mempunyai pacar dan lebih memilih fokus ke kariernya. Minggu, 17 Juli 2022; Cari.
Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin atau rahmat bagi seluruh alam, juga mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya berlaku antar manusia, melainkan juga pada hewan, tumbuhan dan lingkungan di sekitarnya. Pernah diceritakan Abu Bakar as Shiddiq radhiallahu 'anhu berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, "Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil.
Saatkaki kecil ini mulai melangkah,terpancar kebahagiaan di wajah mu,mengharapkan yang terbaik untuk diri ku ,di saat mulut ini memanggil nama mu"ibu"engkau memeluk ku dengan kasih sayang mu. Luka bagi ku seperti siksaan bagi mu,tetesan air mata ku adalah duka mu,di mana kah lagi dapat ku temukan cinta seperti mu wahai ibu ku.
PandanganBelas Kasih. Nats : Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan (Lukas 10:33)Bacaan : Lukas 10:25-37 Ketika Francisco Venegas, penjaga sekolah di Colorado, mengamati anak-anak yang sedang asyik di tempat bermain, ia melihat seorang anak perempuan sembilan tahun jatuh dari bangku
PENGORBANANSEORANG IBU KEPADA ANAKNYA. Disebuah pinggiran Kota Bandung ada seorang ibu bernama Ibu Siti yang sehari-harinya berjualan jajanan pasar untuk biaya hidup dan juga untuk biaya sekolah anaknya yang bernama Rahma. Ibu Siti selalu dengan ramah menawarkan dagangannya ke setiap orang yang dijumpainya di pasar.
. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.” QS. Al Isra 24 MENANGIS meratapi diri. Menjerit hati nuran. Merasa diri ini belum utuh mengurus ibunda tercinta yang menderita diabetes sejak 20 tahun yang lalu dan terkena stroke lima tahun lamanya. Pepatah “kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah” benar adanya. Betapa tidak meratapi, ketika mengantar ibu ke rumah sakit, saya menyaksikan dan mendengar dengan kepala, telinga dan mata sendiri ada sosok ibu yang demikian tulus, sayang dan cinta menemani anaknya yang terkena stroke, ” ini anak saya yang kena stroke, tutur sang ibu dengan wajah yang berbinar. Ini kenyataan bahwa ada ketimpangan besar antara “kasih sayang” ibu dan anak, sampai akhirnya ada perbandingan sepanjang “masa” dan “galah”. “Masa” mewakili ketidak-berujungan kasih sayang ibu, dan “galah” mewakili keterbatasan kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Seorang ibu mampu merawat lebih dari lima anak sekaligus, tetapi belum tentu lima anak mampu merawat seorang ibu. BACA JUGA Teladan Uwais al-Qarni, Model Bakti Seorang Anak kepada Ibu Teringat pada sebuah riwayat, pada suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu nafas ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi. Ya Allah di hadapanku, ada ibunda yang telah Allah titipkan, amanatkan, hampir tujuh tahun lamanya, tetapi belum saya maksimalkan untuk berbakti, belum sungguh-sungguh diri ini merawatnya, astaghfirullaah, mohon ampun atas semua kesalahan dan kelalaianku selama ini. Apakah diri ini mampu meneladani sosok Uwais Al Qorni, yang tercatat dalam sejarah sepanjang hidupnya tidak pernah menolak perintah dan permintaan ibunya tercinta, kecuali hanya meminta diizinkan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW, sementara diri ini selalu saja punya berbagai alasan untuk menolak permintaan ibuku, ada rapat, harus berangkat pagi, mengajar dan alasan lainnya. BACA JUGA Menjadi Seorang Ibu Terbaik Sudah di hari yang kedua, ibunda tercinta di rawat di Rumah Sakit, terasa pilu direlung hati ini, belum mampu membuatnya merasa tenang, nyaman, dan nampak raut wajah bahagia seutuhnya, ya Allah kasihi dan sayangilah ibunda tercinta, sebagaimana dirinya menyayangiku sejak kecil, angkat penyakitnya, sehatkan dan berikan kesabaran serta keikhlasan dalam menerima ujian sakitnya, kabulkan doa hambaMu ini. Berbisik dalam hati ini di tengah malam yang sunyi, melagukan untai syair abadi tentang ketulusan kasih ibu kepada anaknya, “Kasih ibu, sepanjang masa. Tak terhingga, sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya, menyinari dunia.” Duhai Robb, hamba mohon ampunan atas kelalaian selama ini, bimbing dan berikan kesabaran dan keikhlasan untuk merawat ibunda tercinta, jadikan hambaMu ini menjadi anak yang berbakti. Aamiin. []
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kasih Ibu Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi, tak harap kembali, Bagai sang surya, menyinari dunia. Lirik lagu yang selalu membuat air mata menetes jika menyanyikannya dan mengingat akan wajah ibu kita. jadi teringat semasa masih duduk di bangku Taman Kanak TK, Ibu selalu menyanyikan lagu ini untuk membuat kita tenang. ternyata sampai sekarang lagu ini masih selalu dinyanyikan, lagunya sangat sederhana dan penuh arti membuat kita lebih menghargai, menghormati, patuh, dan lebih menyayangi ibu. Mungkin karena lirik lagunya yang singkat dan ringan, juga menggunakan bahasa yang mudah untuk diingat dan dihafalkan sehingga kita dengan santai mampu menyanyikan lagi ini berulang-ulang dengan tempo yang pelan, apalagi anak-anak. Tiap-tiap bait dari lirik lagu "Kasih Ibu" begitu jelas maknanya dan berisi nasehat, melukiskan bagaimana tiada terkiranya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya tiada terkira oleh waktu hingga akhir hayatnya. Tidak hanya kasih sayang ibu yang di ceritakan dari isi lagu ini, juga bagaimana pengorbanan ibu yang tiada mengharap imbalan atau balas jasa dari anaknya. Tanpa pamrih seorang ibu memberikan kasih sayangnya. Tujuan Lagu ini diciptakan untuk mengajarkan dan memberi pengetahuan kepada anak-anak tentang kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya. Dengan demikian anak-anak dapat menyadari betapa besarnya kasih sayang seorang ibu sehingga anak-anak dapat menghargai dan membalas kasih sayang seorang ibu. Sempat teringat , siapa yang menciptakan lagu ini? Ternyata pencipta lagu kasih ibu tidak sepopuler lagu anak ciptaannya, beliau adalah SM Mochtar salah satu pencipta lagu Anak yang cukup terkenal. Beberapa dari lagu ciptaanya bahkan masih sering dialunkan oleh anak-anak Indonesia. Dilahirkan di Makassar tanggal 5 Januari 1934. Sejak berusia 4 tahun tokoh terkenal ini telah mulai menunjukkan bakatnya di bidang musik yaitu dengan bermain piano. Satu hal yang pantas disaluti adalah, Pak Mochtar belajar piano secara otodidak tanpa bantuan seorang guru. Namun, itu tidak menghalanginya untuk menjadi seorang yang ahli di bidang musik. Pencipta lagu asal Makassar ini mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Bahasa Perancis pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Di masa mahasiswa kemampuan bermusik Pak Mochtar sangat mengagumkan, beliau bahkan mendapatkan beberapa kesempatan beasiswa di sekolah musik di Jepang. Namun, entah kenapa tawaran itu ditolak oleh SM Mochtar. Pak Mochtar dikenal sebagai pencipta lagu yang sangat diakui kemahirannya namun tidak suka diekspos mengenai keahliannya dalam menciptakan lagu. Saat diadakannya festival lagu pop internasional di Jepang pada tahun 1971 yang bertempat di Jepang lagu ciptaannya yang berjudul From the Deepest Love from Jakarta memperoleh penghargaan dari panitia. Peserta festival bahkan tidak mengetahui bahwa pencipta lagu yang memperoleh penghargaan tersebut berada di tengah-tengah mereka. Di festival itu Pak Mochtar tampil sebagai dirigen orkestra yang mengiringi lagu From the Deepest Love from Jakarta. Dalam acara itu sekaligus Pak Mochtar menjadi orang Indonesia pertama yang pernah menjadi dirigen di Tokyo. Berikut beberapa lagu anak ciptaan Pak Mochtar Kasih Ibu, lagu ini menceritan tentang betapa besarnya kasih seorang ibu. Burung Kenari, bercerita tentang keindahan burung kenari. Ibu Guru Kami, bercerita tentang bagaimana jasa seorang ibu guru. Akibatnya beliau menderita kanker hati dan liver. Penyakit ini mengantarkan beliau pada akhir hayatnya pada 20 Juli 1973. [Sumber lagu-anak-anak] "SEMOGA DENGAN ALUNAN LAGU "KASIH IBU", KITA AKAN SENANTIASA TERINGAT KETULUSAN PENGORBANAN SEORANG IBU KEPADA KITA SELAMA INI DAN, SENANTIASA SELALU DAPAT BERBAKTI DAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK IBU KITA, HINGGA AKHIR HAYATNYA.." SELAMAT HARI IBU. 22 DESEMBER 2013... Lihat Pendidikan Selengkapnya
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID HYoHl8X30c6qo5QVKzVkynMWLS8AjhUT8vku27ceZ-LYCXwkErSE8w==
Also rank for Artikel tentang kasih sayang, Artikel kasih sayang ibu kepada anaknya, contoh kasih sayang ibu kepada anaknya, kasih sayang ibu sepanjang masa, kasih sayang seorang ibu tanpa batas dan tanpa syarat, lagu kasih sayang ibu. Banyak sekali hal yang mungkin kamu tidak menyadari betapa besarnya pengorbanan seorang Ibu. Hal tersebut tampak seperti tertuang pada petikan lagu berikut ” Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia” Lagu ini sangat akrab di telinga kita pada era 90an. Kasih sayang ibu kepada anaknya akan tetap ada sepanjang masa hidupnya, melalui rahimnya kau menjadi ada, memastikan anaknya tumbuh dengan baik, mengorbankan segala hal dalam hidupnya hanya untuk kebahagiaan anaknya. Bukti Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa Kasih sayang ibu sungguh mulia perjuangan seorang ibu dalam merawat dan membesarkan anak-anaknya, melayani suaminya dan mengurus kebutuhan rumah tangganya. Berikut gambaran bukti kasih sayang ibu Rela Mengandung Selama 9 Bulan Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya seorang ibu mengandung selama 9 bulan, Ia tidak akan bisa tidur tengkurap, kenyamanannya saat tidur terganggu hanya untuk memastikan bahwa janinnya tidak tertekan, Belum lagi kondisi mual – mual yang sering ia rasakan pasca masa – masa kehamilan Rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan Salah satu gambaran kasih ibu terlihat dari bagaimana ia mempertaruhkan nyawanya ketika sedang melahirkanmu ke dunia. Pernahkan kamu membayangkan bagaimana rasa sakit yang diderita oleh seorang ibu pada detik – detik ia melahirkanmu. Rasa sakit itu adalah rasa sakit yang luar biasa. Rela terbangun di tengah malam Seorang ibu yang sedang mengandung atau pasca melahirkan akan sering terbangun di malam hari. Karena rasa was-was dan cemas dengan bayinya atau bayi akan menendang – nendang di dalam perutnya ketika itu. Dan meski ia merasa sangat ngantuk dan lelah ibu akan tetap menjagamu dan berharap anaknya tumbuh dengan baik. Rela mencari tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga Sudah menjadi kewajiban bagi seorang ayah untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, Namun, Kini banyak wanita yang juga menjadi tulang punggung keluarga, selain mengorbankan dirinya, Kasih sayang seorang ibu juga bisa dilihat dari caranya untuk mencari penghasilan tambahan untuk membatu perekonomian di dalam keluarga. Setia Menjadi Tempat Bersandar dan Pemberi Semangat Kasih sayang ibu terpancar di saat-saat kita sedih. Terkadang dalam hidup, kamu akan menghadapi kondisi terburuk, Entah dengan kekecewaan atau hal-hal yang membuat kamu merasa lemah dan tak berdaya, Di saat=saat ini kamu akan segera merindukan ibumu atau menginginkan dirimu berada dalam dekapannya, karena tiada yang lebih hangat dari dekapan kasihibu. Menjadi Perpustakaan Pertama Kita Seorang ibu yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas begitu juga apabila seorang ibu baik, maka baik pula anak – anaknya. Kasihnya tertuang lewat pelajaran yang ia beri. Tugas mulia seorang ibu adalah dengan merawat anaknya, mengasihinya, dan menjaga anaknya, Tentu bahasa yang kamu kuasai pertama adalah bahasa ibumu, ia mengajarimu banyak hal. Dari mulai berbicara, berjalan hingga pada waktu sekolah ibu sering mengajarkanmu pelajaran yang ada. Kasih ibu tidak hanya sebatas jalan, kasih sayangnya tidak akan pernah berakhir hingga akhir hayat. Ibu adalah Sumber Doa dan Restu Tanpa Kita Minta Dalam diamnya, ibu akan selalu berdoa untuk anak – anaknya. Berdoa agar anaknya menjadi yang terbaik, ibu akan senantiasa berdoa untuk kebaikan dalam hidupmu. Berharap agar kamu selalu diberi kesehatan, berdoa agar kamu bisa sukses. Karena ibu akan selalu memikirkan seorang anaknya, mengkhawatirkannya walau mungkin dalam keterbatasan yang ia miliki. Maka kasih ibu yang mana lagi yang tidak membuatmu merasa bersyukur, karena memiliki seorang ibu yang begitu mencintaimu. Islam Sangat memuliakan kedudukan seorang ibu dalam hadist Keutamaan peran seorang ibu juga bisa dilihat dari bagaimana seorang ibu dimuliakan. Dari Abdullah bin Amr’ Radhiyallahu anhuma, Beliau berkata Seorang lak-laki bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam ” Bolehkah aku turut berjihad ?” maka Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bertanya ” Apakah engkau masih memilliki kedua orang tua ?” maka dia menjawab “Ya” maka Rasulullah mengatakan ” Maka kepada keduanyalah engkau berjihad “ HR. Bukhori-Muslim Selain perkara-perkara yang sudah disebutkan, ada perkara lain yang terkait dengan berbakti kepada kedua orang tua, yaitu Berbakti kepada Ibu lebih didahulukan dibanding berbakti kepada ayah Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Beliau berkata ” Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan bertanya ” Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk aku perlakukan dengan baik ?” Beliau menjawab ” Ibumu “ Kemudian laki-laki itu bertanya lagi ” Kemudian siapa ? “ beliau menjawab ” Ibumu “. Kemudian laki-laki itu bertanya lagi ” Kemudian siapa ? “ Beliau menjawab ” Ibumu “. Kemudian laki-laki itu bertanya lagi ” Kemudian siapa ? “ Rasulullah menjawab ” Kemudian ayahmu.” HR. Bukhori 5971 dan Muslim 2547 Baca juga Melatih Kreatifitas
Hai, Sobat Guru Penyemangat, apa kabar Ibumu hari ini?Guru Penyemangat doakan semoga malaikat pelindung kita yang bernama Ibu maupun Mama senantiasa sehat dan selalu berada dalam lindungan Allah, ya. yang kita ketahui, kasih sayang Ibu itu sepanjang jalan, sedangkan kasih sayang anak hanya sebatas saja, jikalau seorang anak nanti sudah dewasa; jika ia laki-laki maka akan menikah dan menempatkan rasa sayangnya kepada istri. Anak perempuan? Tentu saja suami adalah ladang surga ketika mereka telah demikian, tetap saja bakti dan pengabdian kita kepada Ayah maupun Ibu wajib untuk ditinggikan. Jangan hanya menunggu sempat, tapi diusahakan pula di masa kesempatan kali ini, bakal menghadirkan cerpen tentang kasih sayang seorang tentang kasih sayang Ibu terhadap anaknya berikut ditulis singkat dan berkisah tentang belaian seorang Ibu dalam membahagiakan sang buah langsung disimak saja, yaCerpen Belaian IbuOleh Sri Rohmatiah DjalilCerpen Tentang Kasih Sayang Ibu Terhadap Anaknya, Singkat dan Menyentuh Hati. Dok. … dum … dumTerdengar suara benda keras dari arah kamar sebelah, aku pun memastikan ke sumber suara. Tampak kaki adik bungsu menendang dinding kamar dengan marah, air bening bergulir dari kelopak mata.“Kenapa, Dik?” tanyaku penasaran.“Ibu mana, Kak?” dia malah balik bertanya sembari adik satu ini walaupun sudah kelas empat sekolah dasar masih manja. Jika pulang bermain ada saja yang ditangisi, tapi dirinya bukan sedih karena berpisah dengan temannya atau kehilangan mainan.“Kaak … panggil Ibu!” bentaknya bikin segera berlari ke arah di mana Ibu berada. Seperti biasa, hari Minggu adalah waktunya Ibu membuat pizza kesukaan adik-adik. Aku juga sebenarnya suka, tetapi saat ini lagi mengurangi junk Ibu, “Anak cewek harus langsing tubuhnya, jaga kesehatan!”Aku sempat protes, “Makan dikit boleh kan, Bu, masa adik terus.”“Boleh, makanya Ibu buat pizza tiap hari Minggu saja, supaya kalian tidak terlalu banyak konsumsi terigu,” serunya kala Baca Cerpen Tentang Ibuku PahlawankuAdik bungsu juga pernah protes karena Ibu membatasi makan pizza, “Ibu pelit, kata Pak Guru Ozy, jika pelit, kelak kuburannya sempit.”“Makanya, Ibu buat pizza tidak setahun sekali.” tegas Ibu seraya membela diri.“Ibuuuuuuu ….” teriak adik lagi. Aku yang baru sampai di dapur segera mencolek lengan Ibu.“Adik nangis, Bu, cepat ke sana, nanti dia ngamuk!” “Kenapa dia, Kak?”“Palingan berantem sama temannya. Cepat, Bu, dia pukul-pukul tembok…” segera berlari ke kamar adik, “Jaga oven ya, sebentar lagi pizza-nya mateng, jangan lupa lihat melalui kaca oven,” perintah aku yang harus menjaga kompor. Bukan tidak mau membantu Ibu, aku sering lupa tidak melihat kue di dalam oven, akhirnya gosong, kena omel juga, ”Kalau nunggu kue panggang jangan sambil main game!”Baiklah, handphone aku letakkan di atas meja makan, mataku tertuju ke arah kompor, hidungku pasang alarm. Kata Ibu saat itu, “Jika sudah wangi, atasnya menguning segera matikan kompor, keluarkan pizza dari pemanggang.”Itu benar, tidak berapa lama pizza sudah wangi dan menguning, langkah pertama aku segera mematikan kompor. Selanjutnya roti bundar dengan toping irisan sosis, jagung muda, wortel, daging giling, saus, mayonaise, aku keluarkan dari Baca Cerpen Tentang Perbedaan Perlakuan Ibu Terhadap AnaknyaPenasaran dengan teriakan adik yang semakin menjadi, aku pun menyusul Ibu ke kamar.“Bu, Si Fulan tadi ngatain aku jelek,” adu adik.“Lagi-lagi masalah bully, cengeng amat anak laki,” cibirku sembari mamajukan bibir. Mendengar perkataanku, adik makin teriak, persis seperti suara panci presto jika Ibu memasak daging.“Kakak jahat, Kakak jahat!”“Duduk sini, Kak!” perintah pun tidak bisa menolak perintah Ibu yang kata orang cantik dan lembut. “Eh … Kak, ambilkan pizza dan air minum ya, bawa ke sini!” perintah Ibu beberapa menit aku sudah membawa satu piring pizza dan air putih pesanan Ibu. “Ayo minum dan makan dulu pizza-nya, ini empuk banget mirip pipimu, Dik!” Mendengar pizza dan mencium wanginya, adik yang mulai tenang duduk di amben bersebelahan dengan Ibu. Dengan lahap dia memakan pizza kesukaannya. Menurut teori, jika selesai menangis, anak cenderung lapar dan jangan diajak bicara tetapi kasih makanan. Teori itu memang benar, Ibu tak perlu ngomel atau memarahi anak-anak yang sedang menangis. Cukup bawa makanan kesukaannya, setelah itu,ajak ngobrol yang pasti Ibu tidak pernah memberi saran ke adik untuk melawan teman-temannya yang nakal, katanya,”Besok juga mereka lupa, main lagi, yang adik perlukan hanya pelukan dan makanan, Kakak jangan ikut meledek, kan sudah besar.”Ternyata benar apa kata Ibu, besoknya adik main lagi sama temannya yang manggil dia jelek, adik pun sepertinya lupa. Mungkin terhipnotis belaian Ibu atau enaknya pizza.***Nah, demikianlah sajian Guru Penyemangat tentang kasih sayang Ibu terhadap anaknya yang ditulis oleh SRD. Dari cerita di atas kita bisa belajar bahwa mendidik anak tak perlu harus SeBAYa= Semoga Bermanfaat, Ya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kasih Sayang Seorag IbuIbu adalah wanita wanita yang paling berjasa dalah kehidupan kita sebagai seorang sayang seorang ibu amatlah besar terhadap anaknya, kasih sayang seorang ibu tidak mungkin dapat kita bayangkan tapi kasih sayang seorang ibu dapat kita rasakan sepanjang hidup kita , dalam perumpamaan seindah apapun dan sebanyak apapu kasih sayang yang kita miliki mungkin tak akan sebanding dengan kasih sayang yang telah diberikan oleh seorang ibu terhadap kita sudah lupa atau tidak mengingatnya lagi, ketika kita masih kecil ibu yang selalu sabar merawat dan mengurus kita, ketika kita sakit dan rewel ibu yang selalu menjaga dan menenangkan kita , ibu dengan relanya membersihkan kotoran ketika kita masih yang selalu menyuapi kita dan ibu rela terbangunkan tidurnya di tengah malam karena mendengar tangisan kita, ketika kita menangis ibu yang selalu menenangkan berita-berita yang memaparkan seorang anak tega membunuh ibunya atau orang tuanya karna keinginananya tidak dipenuhi , Tidak pantas rasanya kita sebagai anak tega menyakiti ibu kita sendiri, kecuali mungkin anak yang tega menyakiti ibunya sendiri dia memiliki keganguan pula cerita ibu menyakiti anaknya sendiri, tapi seorang ibu tidak akan mungkin menyakiti anaknya sendiri jika seorang anak tidak melakukan kesalahan yang membuat orang tuanya kesal ibu tidak akan tega melihat atau menyaksikan anaknya menderita, seorang ibu ingin melihat semua anaknya bahagia. Tanpa kita sadari mungkin kita pernah menyakiti perasaan ibu kita sendiri dan telah membuat ibu kita menangis, telah membuatnya kesal dan malah tanpa kita sadari kita secara tidak sengaja pernah membentaknya karna suatu alasan yang tidak sepaham dengan terkadang akan ada kesalahna yang dirasakan oleh seorang anak dengan berbagai alasan, mungkin setiap anak pernah merasakan dibanding-bandingkan dengan sodara kita yang lainnya, pernah dimarah-marahi, mungkin ada juga yang merasa dirinya tidak disayang oleh ibu. Mungkin perasaan ini masih ada sampai saat kita dewasa kini. Tapi kita harus berfikir lagi ibu atau orang tua bukan tidak menyayangi kita, melainkan mereka memberikan perhatian yang khusus terhadap kita agar kita menjadi lebih baik saaing seorang ibu tidak akan mampu kita bayar dengan apaun dan tidak akan mampu kita bayar sampai kapanpu. Karna kasih sayang seorang ibu tulus dan murni dari sebagai anak harus mampu membahagiakan, dan membanggakan ibu atau orang tua kita semampu kita agar mereka bahagia dan bangga terhadap kita. Lihat Cerpen Selengkapnya
cerita kasih sayang ibu sepanjang masa